hf
Kain Tenun Toraja

Kain Tenun Toraja

Motif Gringsing Buketan  Dalam motif gringsing digambarkan sisik ikan yang menjadi latar belakang buketan (bouquet), ikatan bunga yang indah. Setiap sisik ikan dilukiskan dengan warna putih dengan garis pembatas warna soga (coklat) dan  diisi dengan cecek. Si pemakai mengharapkan keindahan, keharuman dan kebesaran bagaikan bunga dalam motif yang juga disertai dengan kekayaan yang tak terhitungkan, seperti jumlah sisik ikan yang ada dalam motif itu.

Motif Gringsing Buketan Dalam motif gringsing digambarkan sisik ikan yang menjadi latar belakang buketan (bouquet), ikatan bunga yang indah. Setiap sisik ikan dilukiskan dengan warna putih dengan garis pembatas warna soga (coklat) dan diisi dengan cecek. Si pemakai mengharapkan keindahan, keharuman dan kebesaran bagaikan bunga dalam motif yang juga disertai dengan kekayaan yang tak terhitungkan, seperti jumlah sisik ikan yang ada dalam motif itu.

Batik kraton Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.

Batik kraton Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.

Truntum

Truntum

Batik Nitik Batik Nitik is very special. Its design is the imitation of the double ikat woven Patola cloth imported from Gujarat, India (made in the early 19th century) by using batik techniques. In Pekalongan this batik Nitik is called “Jlamprang”, in Yogyakarta and Surakarta called Nitik. The Patola cloth which in Indonesia is called “Cinde” is still being used for ritual and Javanese traditional wedding ceremonies, especially in the court of Surakarta and Yogyakarta.

Batik Nitik Batik Nitik is very special. Its design is the imitation of the double ikat woven Patola cloth imported from Gujarat, India (made in the early 19th century) by using batik techniques. In Pekalongan this batik Nitik is called “Jlamprang”, in Yogyakarta and Surakarta called Nitik. The Patola cloth which in Indonesia is called “Cinde” is still being used for ritual and Javanese traditional wedding ceremonies, especially in the court of Surakarta and Yogyakarta.

"Madura Lapis" Indonesia

"Madura Lapis" Indonesia

batik solo - biota laut

batik solo - biota laut

Batik Cirebon - Banji Fauna

Batik Cirebon - Banji Fauna

Kembang Bali - IWAN TIRTA Private Collection

Kembang Bali - IWAN TIRTA Private Collection

Pinterest
Cari