Batik dengan motif burung Sawunggaling (ayam jantan, berasal dari mitos Jawa) karya Go Tik Swan, 1964, koleksi Iwan Tirta.

Batik dengan motif burung sawunggaling (ayam jantan, berasal dari mitos Jawa) karya Go Tik Swan, koleksi Iwan Tirta.

Batik pattern Parang Kusumo, from Central Java, Indonesia

Batik pattern Parang Kusumo, from Central Java, Indonesia

Batik sample Indonesian (Javanese), Dutch colonial rule, late 19th century

Batik sample Indonesian (Javanese), Dutch colonial rule, late 19th century

Classification of Yogya Semen Batik Motif:  13. Semen ragas latar pethak; 14. Semen ngreni; 15. Semen Mintuno; 16. Semen merak; 17. Semen Klewer; 18. Semen klewer latar cemeng; 19. Semen Jolen; 20. Semen Gurdo latar cemeng; 21. Semen Gunung Bledak; 22. Semen Gegot; 23. Semen Candra; 24. Semen Ageng Bledak.

Classification of Yogya Semen Batik Motif: 13. Semen ragas latar pethak; 14. Semen ngreni; 15. Semen Mintuno; 16. Semen merak; 17. Semen Klewer; 18. Semen klewer latar cemeng; 19. Semen Jolen; 20. Semen Gurdo latar cemeng; 21. Semen Gunung Bledak; 22. Semen Gegot; 23. Semen Candra; 24. Semen Ageng Bledak.

Nitik, Indonesia Batik Motif

Indonesian Batik Motif - Nitik or Weaving Motif

Classification of Yogya Semen Batik Motif: 25. Sawat Pengantin; 26. Nogo bisikan; 27. Lung Grageh Waluh; 28. Lung Babon Angrem; 29. Laras driya; 30. Kokrosono latar cemeng; 31. Kupu gandrung; 32. Kladuk manis; 33. Jaladri; 34. Cuwiri; 35. Candi brongto; 36. Buket Merak

Classification of Yogya Semen Batik Motif: Sawat Pengantin;

Semen SidoAsih (Ambarukmo  Jogja) Sido= menjadi, asih= sayang, mengasihi. Motif ini melambangkan harapan hidup bersama dalam rasa saling mengasihi dikala suka dan duka dengan lambaran takwa kepada  Tuhan YME.  Sebagaimana sido mukti, sido asih juga dikenakan oleh pengantin diupacara panggih dan ijab kabul.

Semen SidoAsih (Ambarukmo Jogja) Sido= menjadi, asih= sayang, mengasihi. Motif ini melambangkan harapan hidup bersama dalam rasa saling mengasihi dikala suka dan duka dengan lambaran takwa kepada Tuhan YME. Sebagaimana sido mukti, sido asih juga dikenakan oleh pengantin diupacara panggih dan ijab kabul.

Batik Motif Yogyakarta: Parang Rusak symbolizes the human being's internal fight against wickedness by controlling their desires so their wise, noble character would win out.

"Parang rusak barong" is special motif which only the king and royal family may use. Ordinary people are not allowed to use parang rusak batik motif.

Nama motif : Sido Luhur Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama motif : Sido Luhur Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Gambar Batik Yogyakarta - motif ceplok parang

Batik Winotosastro makes traditional Indonesian batik fabric with only hand-waxing and dyeing methods. Yogyakarta's generation traditional batik makers are proud to pass on our cultural heritage. Discover how to batik in a fun batik workshop.

Pinterest
Search