Minggu apresiasi guru

Jelajahi topik terkait

Minggu, 10 April 2011, saya didaulat untuk menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Sehari bertema “Menuju Pengajaran Sastra yang Apresiatif” yang digelar oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di Gedung B1 Ruang 106 FBS UNNES.

Minggu, 10 April 2011, saya didaulat untuk menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Sehari bertema “Menuju Pengajaran Sastra yang Apresiatif” yang digelar oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di Gedung B1 Ruang 106 FBS UNNES.

Begitulah ketika guru bertemu dengan pengarang. Para guru berusaha menggali pengalaman-pengalaman kreatif dari para pengarang secara langsung sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan dan pemerkaya pengetahuan ketika harus tampil di depan peserta didiknya dalam menyajikan materi penulisan cerpen.

Begitulah ketika guru bertemu dengan pengarang. Para guru berusaha menggali pengalaman-pengalaman kreatif dari para pengarang secara langsung sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan dan pemerkaya pengetahuan ketika harus tampil di depan peserta didiknya dalam menyajikan materi penulisan cerpen.

Ada yang menarik dalam bedah Kumcer Nyanyian Penggali Kubur (NPK) karya Gunawan Budi Susanto (Kang Putu) yang digelar Kebun Sastra Kendal di ...

Ada yang menarik dalam bedah Kumcer Nyanyian Penggali Kubur (NPK) karya Gunawan Budi Susanto (Kang Putu) yang digelar Kebun Sastra Kendal di ...

Begitulah suasana hajatan bertajuk “Menafsir Kelelahan: Setangkup Doa atas 100 Hari Berpulangnya Kawan Tercinta: Ida Nursanti Basuni” yang digagas penyair Farhan Satria itu. Syahdu dan mengharukan.

Begitulah suasana hajatan bertajuk “Menafsir Kelelahan: Setangkup Doa atas 100 Hari Berpulangnya Kawan Tercinta: Ida Nursanti Basuni” yang digagas penyair Farhan Satria itu. Syahdu dan mengharukan.

Alhamdulillah, akhirnya Bang Asa, dkk. tiba juga di gubuk saya. Kami segera terlibat dalam perbincangan hangat; mulai soal sastra, pertemana...

Alhamdulillah, akhirnya Bang Asa, dkk. tiba juga di gubuk saya. Kami segera terlibat dalam perbincangan hangat; mulai soal sastra, pertemana...

Sebanyak 61 Wakil Kepala Urusan (Waka) Kurikulum dan 61 guru SMP RSBI (Mapel Bahasa Indonesia, PKn, IPS, dan TIK) se-Jawa Tengah mengikuti ke...

Sebanyak 61 Wakil Kepala Urusan (Waka) Kurikulum dan 61 guru SMP RSBI (Mapel Bahasa Indonesia, PKn, IPS, dan TIK) se-Jawa Tengah mengikuti ke...

Rabu, 12 Agustus 2009 (pukul 15.30 s.d. 16.15 WIB), Pendapa Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi saksi kiprah sejumlah seniman dan wartawa...

Rabu, 12 Agustus 2009 (pukul 15.30 s.d. 16.15 WIB), Pendapa Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi saksi kiprah sejumlah seniman dan wartawa...

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya …

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya …

Kembali ke KTSP, Mengapa Jadi Repot?

Kembali ke KTSP, Mengapa Jadi Repot?

Pembelajaran Apresiasi Puisi dan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

Pembelajaran Apresiasi Puisi dan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

Pinterest
Cari