pakdhe johan

pakdhe johan

Indonesia / O Praise the Lord, all ye nations: praise him, all ye people. For his mercy is confirmed upon us: and the truth of the Lord remaineth for ever. (Psalms 117)
pakdhe johan
Ide lain dari pakdhe
Evangelisasi : Memperdalam Iman | Setelah iman ditanamkan, benih-benih itu pun bertumbuh dengan subur. Tentu saja tidak semua benih bertumbuh seperti yang diharapkan. Ada yang tumbuh dengan suburnya, namun juga ada benih yang terhimpit dan mati (Bdk.  Luk 8: 4 – 15). Hidup iman tidak sekadar sharing dan pendalaman iman namun harus diwujudnyatakan dalam tindakan. “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.” (Yak. 2: 17)

Evangelisasi : Memperdalam Iman | Setelah iman ditanamkan, benih-benih itu pun bertumbuh dengan subur. Tentu saja tidak semua benih bertumbuh seperti yang diharapkan. Ada yang tumbuh dengan suburnya, namun juga ada benih yang terhimpit dan mati (Bdk. Luk 8: 4 – 15). Hidup iman tidak sekadar sharing dan pendalaman iman namun harus diwujudnyatakan dalam tindakan. “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.” (Yak. 2: 17)

Semakin Dekat Dengan Tuhan Yesus, atau sebaliknya ? Kita sekarang hidup di masa yang sulit sebagai seorang Katolik. Budaya-budaya masa sekarang menyampaikan pesan-pesan yang sangat berbahaya bagi kehidupan spiritual kita. Bila kita menjadi buta akan kebenaran, tampaknya kita akan berbalik arah dan mengejar “sukses” seperti yang ditentukan oleh dunia modern dan sekuler ketimbang mengejar kekudusan  yang mana Allah sendiri memanggil kita kepada kekudusan tersebut. [read more click on this…

Semakin Dekat Dengan Tuhan Yesus, atau sebaliknya ? Kita sekarang hidup di masa yang sulit sebagai seorang Katolik. Budaya-budaya masa sekarang menyampaikan pesan-pesan yang sangat berbahaya bagi kehidupan spiritual kita. Bila kita menjadi buta akan kebenaran, tampaknya kita akan berbalik arah dan mengejar “sukses” seperti yang ditentukan oleh dunia modern dan sekuler ketimbang mengejar kekudusan yang mana Allah sendiri memanggil kita kepada kekudusan tersebut. [read more click on this…

Post on your profile on the social networks the words and the happenings of the Year of faith with the Holy Father Benedict XVI! Every page of this site allows you the ability to share with your friends the particular pages that you like. Sharing this information with your friends is another way to participate in the new evangelization.

Post on your profile on the social networks the words and the happenings of the Year of faith with the Holy Father Benedict XVI! Every page of this site allows you the ability to share with your friends the particular pages that you like. Sharing this information with your friends is another way to participate in the new evangelization.

Dengan iman, sepanjang abad-abad, pria dan wanita dari segala usia, yang namanya tercatat di dalam Kitab Kehidupan (bdk.Why. 7:9; 13:8), telah mengakui keindahan hal mengikuti Tuhan Yesus kemanapun mereka dipanggil untuk memberi kesaksian pada kenyataan, bahwa mereka adalah orang-orang kristiani: di dalam keluarga, di tempat kerja, dalam kehidupan publik, dalam menjalankan kharisma dan pelayanan yang menjadi panggilan hdiup mereka.

Dengan iman, sepanjang abad-abad, pria dan wanita dari segala usia, yang namanya tercatat di dalam Kitab Kehidupan (bdk.Why. 7:9; 13:8), telah mengakui keindahan hal mengikuti Tuhan Yesus kemanapun mereka dipanggil untuk memberi kesaksian pada kenyataan, bahwa mereka adalah orang-orang kristiani: di dalam keluarga, di tempat kerja, dalam kehidupan publik, dalam menjalankan kharisma dan pelayanan yang menjadi panggilan hdiup mereka.

Pengakuan iman adalah suatu tindakan yang sekaligus bersifat perseorangan sendiri-sendiri, tetapi juga secara berkomunitas bersama-sama. Gerejalah yang sebenarnya pertama-tama menjadi subjek iman-kepercayaan. Di dalam iman-kepercayaan dari komunitas kristiani, setiap pribadi individual menerima baptisan, suatu tanda yang effektif masuknya ke dalam kalangan umat beriman untuk memperoleh keselamatan.

Pengakuan iman adalah suatu tindakan yang sekaligus bersifat perseorangan sendiri-sendiri, tetapi juga secara berkomunitas bersama-sama. Gerejalah yang sebenarnya pertama-tama menjadi subjek iman-kepercayaan. Di dalam iman-kepercayaan dari komunitas kristiani, setiap pribadi individual menerima baptisan, suatu tanda yang effektif masuknya ke dalam kalangan umat beriman untuk memperoleh keselamatan.

Beriman kepada Tritunggal –Bapa, Putra dan Roh Kudus– adalah percaya kepada Allah yang mahaesa yang adalah kasih (bdk. 1Yoh. 4:8), yaitu: Bapa, yang dalam kepenuhan waktu telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita, yakni Yesus Kristus, yang melalui misteri wafat dan kebangkitan-Nya telah menebus dunia; Roh Kudus, yang membimbing Gereja mengarungi jaman sambil menantikan kedatangan Tuhan yang akan datang kembali dalam kemuliaan.

Beriman kepada Tritunggal –Bapa, Putra dan Roh Kudus– adalah percaya kepada Allah yang mahaesa yang adalah kasih (bdk. 1Yoh. 4:8), yaitu: Bapa, yang dalam kepenuhan waktu telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita, yakni Yesus Kristus, yang melalui misteri wafat dan kebangkitan-Nya telah menebus dunia; Roh Kudus, yang membimbing Gereja mengarungi jaman sambil menantikan kedatangan Tuhan yang akan datang kembali dalam kemuliaan.

“Pintu kepada Iman” (Kis. 14:27) senantiasa terbuka bagi kita, memasukkan kita ke dalam persekutuan hidup dengan Allah dan memberi tawaran untuk masuk ke dalam Gereja-Nya. Melintasi ambang pintu ini dimungkinkan apabila Sabda Allah diwartakan dan hati manusia membiarkan dirinya dibentuk oleh rakhmat yang senantiasa mampu mengubah. Memasuki pintu gerbang itu berarti memulai suatu perjalanan yang akan berlangsung seumur hidup.

“Pintu kepada Iman” (Kis. 14:27) senantiasa terbuka bagi kita, memasukkan kita ke dalam persekutuan hidup dengan Allah dan memberi tawaran untuk masuk ke dalam Gereja-Nya. Melintasi ambang pintu ini dimungkinkan apabila Sabda Allah diwartakan dan hati manusia membiarkan dirinya dibentuk oleh rakhmat yang senantiasa mampu mengubah. Memasuki pintu gerbang itu berarti memulai suatu perjalanan yang akan berlangsung seumur hidup.

The “door of faith” (Acts 14:27) is always open for us, ushering us into the life of communion with God and offering entry into his Church. It is possible to cross that threshold when the word of God is proclaimed and the heart allows itself to be shaped by transforming grace.

The “door of faith” (Acts 14:27) is always open for us, ushering us into the life of communion with God and offering entry into his Church. It is possible to cross that threshold when the word of God is proclaimed and the heart allows itself to be shaped by transforming grace.