Makna Motif Batik

Parang Klitik. Motif batik yang menyimbolkan perilaku halus dan bijaksana. Dulu motif batik ini hanya dikenakan oleh para putri raja.

Parang Klitik. Motif batik yang menyimbolkan perilaku halus dan bijaksana. Dulu motif batik ini hanya dikenakan oleh para putri raja.

Motif Parang Barong yang pada awalnya hanya digunakan oleh para Raja. Motif Parang sesungguhnya menggambarkan senjata, kekuasaan. Selaras dengan makna yang ada dalam motif Parang Barong, maka Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya. Jawa Indonesia

Motif Parang Barong yang pada awalnya hanya digunakan oleh para Raja. Motif Parang sesungguhnya menggambarkan senjata, kekuasaan. Selaras dengan makna yang ada dalam motif Parang Barong, maka Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya. Jawa Indonesia

Udan Liris (Ambarukmo Jogja) Udan Liris = hujan gerimis lambang kesuburan. Pola ini terdiri dari 7 motif batik yang di susun menjadi bentuk lereng.  Diartikan sebagai penghargaan agar yang mengenakan dapat selamat, sejahtera,  tabah, berprakarsa dalam menunaikan kewajiban demi kepentingan nusa dan bangsa.  Dulu merupakan pola yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya.

Udan Liris (Ambarukmo Jogja) Udan Liris = hujan gerimis lambang kesuburan. Pola ini terdiri dari 7 motif batik yang di susun menjadi bentuk lereng. Diartikan sebagai penghargaan agar yang mengenakan dapat selamat, sejahtera, tabah, berprakarsa dalam menunaikan kewajiban demi kepentingan nusa dan bangsa. Dulu merupakan pola yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya.

Batik Motif Yogyakarta: Grompol means to gather together. Often worn for wedding ceremonies, the pattern symbolizes the coming together of a harmonious marriage, for children, good luck, and happiness.

Batik Motif Yogyakarta: Grompol means to gather together. Often worn for wedding ceremonies, the pattern symbolizes the coming together of a harmonious marriage, for children, good luck, and happiness.

Nama motif : Sido Luhur Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama motif : Sido Luhur Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama motif : Bondhet Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Nama motif : Bondhet Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin) Makna : Dua jiwa menjadi satu

Parang Klithik Gapit Seling Templek (Ambarukmo Jogja) Pada motif ini parang plenik digapit dengan parang templek, sehingga menjadi komposisi yang indah. Menggambarkan harmonisasi dari perbedaan pandangan.

Parang Klithik Gapit Seling Templek (Ambarukmo Jogja) Pada motif ini parang plenik digapit dengan parang templek, sehingga menjadi komposisi yang indah. Menggambarkan harmonisasi dari perbedaan pandangan.

Semen Wahyu Tumurun (Ambarukmo Jogja) Motif ini menggambarkan harapan turunnya wahyu (anugerah) yaitu wahyu/kejatuhan wahyu (kedunungan wahyu), dijauhkan dari segala godaan, rintangan dan halangan.

Semen Wahyu Tumurun (Ambarukmo Jogja) Motif ini menggambarkan harapan turunnya wahyu (anugerah) yaitu wahyu/kejatuhan wahyu (kedunungan wahyu), dijauhkan dari segala godaan, rintangan dan halangan.

Nama motif : Truntum, Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Orang tua temanten. Makna : Orang tua memberi tuntunan

Filosofi Motif Batik

Nama motif : Truntum, Daerah : Kraton Surakarta Jenis Batik : Batik Kraton Dikenakan : Orang tua temanten. Makna : Orang tua memberi tuntunan

Peksi Naga (Ambarukmo Jogja) Pada semen ini menggambarkan kehidupan dunia dengan menonjolkan naga dan burung.  Burung melambangkan unsur angin yang akan berkembang menjadi watak berbudi bawaleksana yaitu sifat adil dan berperikemanusiaan.  Naga lambang kesaktian.  Maka merupakan perpaduan dunia atas dan dunia bawah,  bahwa kesaktian yang dimiliki adalah untuk selalu berbuat adil dan bijaksana atau seseorang berwatak selalu adil dan bijaksana,  maka itu merupakan kesaktian.

Peksi Naga (Ambarukmo Jogja) Pada semen ini menggambarkan kehidupan dunia dengan menonjolkan naga dan burung. Burung melambangkan unsur angin yang akan berkembang menjadi watak berbudi bawaleksana yaitu sifat adil dan berperikemanusiaan. Naga lambang kesaktian. Maka merupakan perpaduan dunia atas dan dunia bawah, bahwa kesaktian yang dimiliki adalah untuk selalu berbuat adil dan bijaksana atau seseorang berwatak selalu adil dan bijaksana, maka itu merupakan kesaktian.

Pinterest
Cari