MANFAAT DAN GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA PADA TANAMAN KOPI

MANFAAT DAN GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA PADA TANAMAN KOPI

Cendawan dan bakteri filoplan yang telah diisolasi dari permukaan daun karet (Dok: Khaerati, 2016)

Cendawan dan bakteri filoplan yang telah diisolasi dari permukaan daun karet (Dok: Khaerati, 2016)

Teknik pemanenan pada tanaman karet yang dikenal dengan istilah penyadapan pada dasarnya adalah tindakan membuka pembuluh lateks yang terdapat pada kulit batang tanaman karet, sehingga cairan lateks tersebut keluar. Penyadapan dilakukan pada saat tanaman karet telah memenuhi umur sadap dan lazimnya dilakukan teknik penyadapan bawah dimana ketinggian bidang sadap dimulai dari permukaan tanah hingga pada ketinggian 100cm serta arah penyadapannya dari kiri atas ke kanan bawah menuju pangkal…

Teknik pemanenan pada tanaman karet yang dikenal dengan istilah penyadapan pada dasarnya adalah tindakan membuka pembuluh lateks yang terdapat pada kulit batang tanaman karet, sehingga cairan lateks tersebut keluar. Penyadapan dilakukan pada saat tanaman karet telah memenuhi umur sadap dan lazimnya dilakukan teknik penyadapan bawah dimana ketinggian bidang sadap dimulai dari permukaan tanah hingga pada ketinggian 100cm serta arah penyadapannya dari kiri atas ke kanan bawah menuju pangkal…

Teknik Pengeringan Untuk Memenuhi Standar Kesehatan Ekspor Biji Kakao

Teknik Pengeringan Untuk Memenuhi Standar Kesehatan Ekspor Biji Kakao

Penanganan Pascapanen Kakao

Penanganan Pascapanen Kakao

Keragaman dalam populasi hibrida kakao. (Foto: Cici Tresniawati)

Keragaman dalam populasi hibrida kakao. (Foto: Cici Tresniawati)

FORMULA BIONEMATISIDA EFEKTIF MENEKAN INFEKSI NEMATODA PADA TANAMAN KOPI

FORMULA BIONEMATISIDA EFEKTIF MENEKAN INFEKSI NEMATODA PADA TANAMAN KOPI

Pembentukan embrio somatik kakao klon ICS 13 yang diinduksi secara in vitro (a) dan pembentukan planlet asal embrio somatik dengan akar tunggang yang melingkar karena keterbatasan ruang di dalam botol kultur (b). Keterangan: EC = embrio somatik fase kotiledon, EG = embrio somatik fase globular dan EH = embrio somatik fase hati.

Pembentukan embrio somatik kakao klon ICS 13 yang diinduksi secara in vitro (a) dan pembentukan planlet asal embrio somatik dengan akar tunggang yang melingkar karena keterbatasan ruang di dalam botol kultur (b). Keterangan: EC = embrio somatik fase kotiledon, EG = embrio somatik fase globular dan EH = embrio somatik fase hati.

Kandungan senyawa polifenol pada biji kakao bervariasi tergantung kepada tingkat kematangan buah, varietas/kultivar dan lingkungan tempat tumbuhnya. Senyawa polifenol yang terkandung dalam biji kakao berkontribusi terhadap karakteristik citarasa cokelat karena memberikan rasa sepat (astringent) dan pahit (bitter) yang khas.

Kandungan senyawa polifenol pada biji kakao bervariasi tergantung kepada tingkat kematangan buah, varietas/kultivar dan lingkungan tempat tumbuhnya. Senyawa polifenol yang terkandung dalam biji kakao berkontribusi terhadap karakteristik citarasa cokelat karena memberikan rasa sepat (astringent) dan pahit (bitter) yang khas.

Pulpa sangat diperlukan dalam proses fermentasi biji kakao, tetapi keberadaannya yang terlalu berlebihan cenderung dapat menghambat proses fermentasi itu sendiri. Di samping itu, senyawa asam asetat yang dihasilkan secara berlebih sudah terbukti dapat menghambat pembentukan citarasa cokelat.

Pulpa sangat diperlukan dalam proses fermentasi biji kakao, tetapi keberadaannya yang terlalu berlebihan cenderung dapat menghambat proses fermentasi itu sendiri. Di samping itu, senyawa asam asetat yang dihasilkan secara berlebih sudah terbukti dapat menghambat pembentukan citarasa cokelat.

Pinterest
Cari