When autocomplete results are available use up and down arrows to review and enter to select. Touch device users, explore by touch or with swipe gestures.

News narkoba

171 Pins
 7y
Collection by
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan BNN Kabupaten Deliserdang menggagalkan pengiriman narkoba 32 ribu pil ektasi dan 750 gram sabu ke Palembang.  Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Senin (25/5/2015) menyebutkan, penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima BNN Deliserdang tentang adanya pengiriman narkoba melalui paket Bika Ambon dari Bandara Kaualanamu menuju Palembang pada Kamis (21/5/2015) pukul 10.00 WIB.  Mendapat laporan itu, BNN Deliserdang lalu turun ke lokasi dan menemukan dua kotak Bika Ambon berisi 750 gram sabu. BNN Deliserdang kemudian koordinasi dengan BNN Sumut untuk mengamankan sabu itu.  Di hari yang sama, tepatnya pukul 13.00 WIB, BNN Sumut melakukan pengembangan dan mengamankan seorang kurir berinisial JA (34) warga GP Cot Lheue Rhen, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh di Tol Belmera. "Saat diperiksa, BNN menemukan 32 ribu pil ektasi. di dua tas yang disimpan di mobil double cabin BK 8393 SA milik PT Supraco Indonesia. Pil ekstasi itu akan dikirim kembali melalui Bandara Kualanamu," jelasnya.  Pengembangan BNN Sumut tidak berhenti. Mereka lalu melakukan koordinasi dengan BNN Sumatera Selatan untuk menangkap penerima barang. "Kita kembali mengamankan tiga orang penerima barang berinisial Is, DA dan S. Ketiganya diamankan di kargo bandara di Palembang saat menunggu kedatangan sabu dan pil ektasi itu," akunya.  Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kurir dan tiga orang penerima narkoba itu. "Ekstasi dan sabu yang kita gagalkan senilai Rp7,6 miliar. Untuk keempatnya kita kenakan Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun atau hukuman mati," pungkasnya. #IndonesiaDaruratNarkoba Honeycomb Cake, Steamed Cake, Specialty Cake, Delicacy Food, Food Tasting, Indonesian Food, Sweet Taste, Local Food, High Tea
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan BNN Kabupaten Deliserdang menggagalkan pengiriman narkoba 32 ribu pil ektasi dan 750 gram sabu ke Palembang. Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Senin (25/5/2015) menyebutkan, penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima BNN Deliserdang tentang adanya pengiriman narkoba melalui paket Bika Ambon dari Bandara Kaualanamu menuju Palembang pada Kamis (21/5/2015) pukul 10.00 WIB. Mendapat laporan itu, BNN Deliserdang lalu turun ke lokasi dan menemukan dua kotak Bika Ambon berisi 750 gram sabu. BNN Deliserdang kemudian koordinasi dengan BNN Sumut untuk mengamankan sabu itu. Di hari yang sama, tepatnya pukul 13.00 WIB, BNN Sumut melakukan pengembangan dan mengamankan seorang kurir berinisial JA (34) warga GP Cot Lheue Rhen, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh di Tol Belmera. "Saat diperiksa, BNN menemukan 32 ribu pil ektasi. di dua tas yang disimpan di mobil double cabin BK 8393 SA milik PT Supraco Indonesia. Pil ekstasi itu akan dikirim kembali melalui Bandara Kualanamu," jelasnya. Pengembangan BNN Sumut tidak berhenti. Mereka lalu melakukan koordinasi dengan BNN Sumatera Selatan untuk menangkap penerima barang. "Kita kembali mengamankan tiga orang penerima barang berinisial Is, DA dan S. Ketiganya diamankan di kargo bandara di Palembang saat menunggu kedatangan sabu dan pil ektasi itu," akunya. Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kurir dan tiga orang penerima narkoba itu. "Ekstasi dan sabu yang kita gagalkan senilai Rp7,6 miliar. Untuk keempatnya kita kenakan Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun atau hukuman mati," pungkasnya. #IndonesiaDaruratNarkoba
20 KG SABU DAN 580.000 BUTIR EKSTASI NEGERI JIRAN "DIBEGAL" BNN  Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tanggal 9 Mei 2015, mengamankan 8 (delapan) orang laki-laki warga Aceh Timur yang diduga terlibat dalam peredaran gelap Narkoba.  Berawal dari penyelidikan yang mendalam oleh petugas BNN terhadap sindikat Narkoba jaringan Sumatera Utara – Aceh – Malaysia, diketahui bahwa akan adanya upaya penyelundupan Narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia menuju Indonesia. tanggal 5 Mei 2015, masuklah sebanyak 20 Kg sabu dan 580.000 butir ekstasi dari Malaysia ke Tanjung Balai, Sumatera Utara, melalui jalur laut. Setibanya di Tanjung Balai, sabu dan ekstasi tersebut diterima oleh seseorang berinisial TNS (kurir) dan kemudian dibawa ke Medan untuk diserahkan kepada Zu (checker dan koordinator pengiriman). Selanjutnya, Narkotika tersebut dibawa oleh Zu ke sebuah gudang yang berada di Aceh. Di gudang tersebut, sabu dan ekstasi dipecah menjadi 2 (dua) paket dan dibawa kembali ke Medan oleh Zu dan Su als Ba (kurir). Di Medan, pengaturan pengiriman paket dirancang kembali oleh Zu. Pada 8 Mei 2015, paket pertama yang berisi 20 Kg sabu dan 100.000 butir ekstasi rencananya akan dibawa dengan menggunakan sebuah bus umum antar kota antar propinsi yang dikemudikan oleh AI (Sopir Bus) dan AJ (Kernet Bus). Namun aksi ini digagalkan oleh petugas BNN, ketika Zu dan Su als Ba tengah memindahkan paket Narkotika tersebut ke dalam bus. Pada saat itu petugas mengamankan 5 orang tersangka, yaitu Zu, Su als Ba, AI, AJ, dan MF (teman Zu). Kelima orang tersebut diamankan di dua tempat, yaitu di seberang pool bus yang berada di Jl. Gagak Hitam Sunggal, Medan, Sumatera Utara, dan disebu#IndonesiaDaruratNarkoba #narkoba Toddler Bed, Instagram Posts, Child Bed
20 KG SABU DAN 580.000 BUTIR EKSTASI NEGERI JIRAN "DIBEGAL" BNN Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tanggal 9 Mei 2015, mengamankan 8 (delapan) orang laki-laki warga Aceh Timur yang diduga terlibat dalam peredaran gelap Narkoba. Berawal dari penyelidikan yang mendalam oleh petugas BNN terhadap sindikat Narkoba jaringan Sumatera Utara – Aceh – Malaysia, diketahui bahwa akan adanya upaya penyelundupan Narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia menuju Indonesia. tanggal 5 Mei 2015, masuklah sebanyak 20 Kg sabu dan 580.000 butir ekstasi dari Malaysia ke Tanjung Balai, Sumatera Utara, melalui jalur laut. Setibanya di Tanjung Balai, sabu dan ekstasi tersebut diterima oleh seseorang berinisial TNS (kurir) dan kemudian dibawa ke Medan untuk diserahkan kepada Zu (checker dan koordinator pengiriman). Selanjutnya, Narkotika tersebut dibawa oleh Zu ke sebuah gudang yang berada di Aceh. Di gudang tersebut, sabu dan ekstasi dipecah menjadi 2 (dua) paket dan dibawa kembali ke Medan oleh Zu dan Su als Ba (kurir). Di Medan, pengaturan pengiriman paket dirancang kembali oleh Zu. Pada 8 Mei 2015, paket pertama yang berisi 20 Kg sabu dan 100.000 butir ekstasi rencananya akan dibawa dengan menggunakan sebuah bus umum antar kota antar propinsi yang dikemudikan oleh AI (Sopir Bus) dan AJ (Kernet Bus). Namun aksi ini digagalkan oleh petugas BNN, ketika Zu dan Su als Ba tengah memindahkan paket Narkotika tersebut ke dalam bus. Pada saat itu petugas mengamankan 5 orang tersangka, yaitu Zu, Su als Ba, AI, AJ, dan MF (teman Zu). Kelima orang tersebut diamankan di dua tempat, yaitu di seberang pool bus yang berada di Jl. Gagak Hitam Sunggal, Medan, Sumatera Utara, dan disebu#IndonesiaDaruratNarkoba #narkoba