Jelajahi ide-ide ini dan lainnya!

Kendaraan yang padat merayap, bising, dan menderu, menjadi pemandangan rutin tahunan di sepanjang jalan raya menjelang lebaran. Rutinitas ini menjadi penanda hadirnya

Kendaraan yang padat merayap, bising, dan menderu, menjadi pemandangan rutin tahunan di sepanjang jalan raya menjelang lebaran. Rutinitas ini menjadi penanda hadirnya

Menurut pengakuan si empunya, tool ini masih dalam versi beta yang masih sangat terbuka terhadap saran dan masukan dari publik agar tercipta sebuah tool yang tingkat kesahihannya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Namun, karena saya hanya sekadar iseng, saya juga tak begitu peduli berapa pun skor popularitas dan pengaruh blog abal-abal ini. Nah, Sampeyan penasaran? Coba ikut-ikutan iseng untuk memanfaatkan tool ini! Silakan meluncur ke TKP.

Menurut pengakuan si empunya, tool ini masih dalam versi beta yang masih sangat terbuka terhadap saran dan masukan dari publik agar tercipta sebuah tool yang tingkat kesahihannya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Namun, karena saya hanya sekadar iseng, saya juga tak begitu peduli berapa pun skor popularitas dan pengaruh blog abal-abal ini. Nah, Sampeyan penasaran? Coba ikut-ikutan iseng untuk memanfaatkan tool ini! Silakan meluncur ke TKP.

Sudah lama negeri kita dikenal sebagai negeri yang kaya budaya. Hampir setiap daerah memiliki corak budaya yang khas sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diangkatnya.

Sudah lama negeri kita dikenal sebagai negeri yang kaya budaya. Hampir setiap daerah memiliki corak budaya yang khas sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diangkatnya.

Mudik dan lebaran, diakui atau tidak, merupakan dua kosakata yang erat berkelindan dengan silaturahmi. Tak diketahui secara pasti, sejak kapan tradisi mudik ini muncul. Mengapa pula lebaran dipilih sebagai momentum yang tepat untuk merajut nilai silaturahmi? Bukankah silaturahmi bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun selama sanak-kerabat dan handai-taulan sama-sama sepakat dan punya waktu untuk melakukannya? Bisa jadi inilah salah satu cara khas orang tua kita zaman dahulu dalam membangun…

Mudik dan lebaran, diakui atau tidak, merupakan dua kosakata yang erat berkelindan dengan silaturahmi. Tak diketahui secara pasti, sejak kapan tradisi mudik ini muncul. Mengapa pula lebaran dipilih sebagai momentum yang tepat untuk merajut nilai silaturahmi? Bukankah silaturahmi bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun selama sanak-kerabat dan handai-taulan sama-sama sepakat dan punya waktu untuk melakukannya? Bisa jadi inilah salah satu cara khas orang tua kita zaman dahulu dalam membangun…

Eid-mubarak-2015-wallpaper-designsmag-08

{2017 Updated} 35 Happy Eid Mubarak 2017 HD Wallpapers and Photos

Eid-mubarak-2015-wallpaper-designsmag-08

Kapan pertama kali Anda mulai menggunakan Facebook? Ehhmm! Saya sudah lupa tapi mungkin masih di bangku SMA kelas 1. Tidak diragukan lagi, fitur-fitur mengagumkan dapat diterima oleh semua kelompok umur. Tapi itu semua adalah cara yang hebat untuk membuat kita tetap terhubung dan terlibat dalam kehidupan teman-teman Anda, tentunya dengan Facebook. Memang setiap gerakan atau perubahan yang diperkenalkan sangat dihargai, Mark Zukerberk masih mengemudi kendaraan di jalan inovasi dan renovasi.

Kapan pertama kali Anda mulai menggunakan Facebook? Ehhmm! Saya sudah lupa tapi mungkin masih di bangku SMA kelas 1. Tidak diragukan lagi, fitur-fitur mengagumkan dapat diterima oleh semua kelompok umur. Tapi itu semua adalah cara yang hebat untuk membuat kita tetap terhubung dan terlibat dalam kehidupan teman-teman Anda, tentunya dengan Facebook. Memang setiap gerakan atau perubahan yang diperkenalkan sangat dihargai, Mark Zukerberk masih mengemudi kendaraan di jalan inovasi dan renovasi.

Ya, ya, di tengah situasi peradaban yang makin memberhalakan gebyar materi dan kekuasaan, Kang Putu secara kritis dan reflektif telah melakukan laku nyata dengan memberikan “kesaksian” berdasarkan kepekaan nuraninya. Tulisan Kang Putu memang tak bisa mengubah keadaan sepanjang tak ada “kemauan politik” dari mereka yang silau kekuasaan.

Ya, ya, di tengah situasi peradaban yang makin memberhalakan gebyar materi dan kekuasaan, Kang Putu secara kritis dan reflektif telah melakukan laku nyata dengan memberikan “kesaksian” berdasarkan kepekaan nuraninya. Tulisan Kang Putu memang tak bisa mengubah keadaan sepanjang tak ada “kemauan politik” dari mereka yang silau kekuasaan.

Pinterest
Cari