Radho Sayidina

Radho Sayidina

Radho Sayidina
More ideas from Radho
JANGAN RISAUKAN DUNIA, INGAT AKHIRAT!  "Orang yang merisaukan urusan dunia dan lupa bekal untuk akhiratnya seperti orang yang diserang seekor singa. Singa buas itu nyaris memangsanya, namun ketika lalat hinggap di tubuhnya, ia sibuk mengurusi lalat itu dan lupa melindungi dirinya dari singa.  Dia layak disebut sebagai orang dungu tak berakal. Jika punya akal, pasti ia berusaha agar terhindar dari terkaman singa dan tidak akan memikirkan seekor lalat yang menghinggapinya.  Sedangkan…

JANGAN RISAUKAN DUNIA, INGAT AKHIRAT! "Orang yang merisaukan urusan dunia dan lupa bekal untuk akhiratnya seperti orang yang diserang seekor singa. Singa buas itu nyaris memangsanya, namun ketika lalat hinggap di tubuhnya, ia sibuk mengurusi lalat itu dan lupa melindungi dirinya dari singa. Dia layak disebut sebagai orang dungu tak berakal. Jika punya akal, pasti ia berusaha agar terhindar dari terkaman singa dan tidak akan memikirkan seekor lalat yang menghinggapinya. Sedangkan…

CARA MENJERNIHKAN HATI (3/3)  Keempat, mengurangi makan dan minum atau dengan memperbanyak puasa sunnah. Dengan begitu kita mematahkan hasrat hawa nafsu, dan melunakkan hati yang keras. Dengan mengurangi makan dan minum sebenarnya kita belajar mengendalikan nafsu badani, mengawal emosi, belajar qanaah dan zuhud. Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan bahwa rasa lapar akan membersihkan hati, membangkitkan tekad, dan menajamkan mata hati. Sebaliknya, rasa kenyang dapat melahirkan ketumpulan…

CARA MENJERNIHKAN HATI (3/3) Keempat, mengurangi makan dan minum atau dengan memperbanyak puasa sunnah. Dengan begitu kita mematahkan hasrat hawa nafsu, dan melunakkan hati yang keras. Dengan mengurangi makan dan minum sebenarnya kita belajar mengendalikan nafsu badani, mengawal emosi, belajar qanaah dan zuhud. Imam Al-Ghazali rahimahullah menjelaskan bahwa rasa lapar akan membersihkan hati, membangkitkan tekad, dan menajamkan mata hati. Sebaliknya, rasa kenyang dapat melahirkan ketumpulan…

CARA MENJERNIHKAN HATI (2/3)  Kedua, memperbanyak diam. Tergelincirnya lisan akibat terlalu banyak berbicara dapat berakibat buruk bagi dirinya dan orang lain. Diam adalah emas. Di dalamnya terkandung hikmah yang sangat dalam. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah mengatakan yang baik atau diam." Imam Syafii r.a. mengatakan: Mereka bertanya, "Mengapa kau diam saja saat kau dicaci." Maka kukatakan padanya: "Menjawab adalah kunci pintu keburukan…

CARA MENJERNIHKAN HATI (2/3) Kedua, memperbanyak diam. Tergelincirnya lisan akibat terlalu banyak berbicara dapat berakibat buruk bagi dirinya dan orang lain. Diam adalah emas. Di dalamnya terkandung hikmah yang sangat dalam. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah mengatakan yang baik atau diam." Imam Syafii r.a. mengatakan: Mereka bertanya, "Mengapa kau diam saja saat kau dicaci." Maka kukatakan padanya: "Menjawab adalah kunci pintu keburukan…

Gambar sekadar hiasan    [:] Pemberian yang paling berharga dan ditunggu-tunggu dari anak-anak oleh roh arwah ibu ayah yang telah pulang ...

Gambar sekadar hiasan [:] Pemberian yang paling berharga dan ditunggu-tunggu dari anak-anak oleh roh arwah ibu ayah yang telah pulang ...

Dari kenalilah islam . . .  2 SEBAB KESEDIHAN DAN KEGALAUAN. .  Al Imam Ibnul QOYYIM rahimahullahu berkata: Sesungguhnya kesusahan duka cita dan kesedihan disebabkan oleh dua hal :  1 Pertama: Condong dan berambisi kepada dunia. (sehingga dunia ini membuatnya gelisah dan khawatir terus menerus ed)  2 Kedua: Terlalu melalaikan (meremehkan) amal kebaikan dan ketaatan.  _'Iddatu Ash Shôbirîn : 317_ http://ift.tt/2f12zSN

Dari kenalilah islam . . . 2 SEBAB KESEDIHAN DAN KEGALAUAN. . Al Imam Ibnul QOYYIM rahimahullahu berkata: Sesungguhnya kesusahan duka cita dan kesedihan disebabkan oleh dua hal : 1 Pertama: Condong dan berambisi kepada dunia. (sehingga dunia ini membuatnya gelisah dan khawatir terus menerus ed) 2 Kedua: Terlalu melalaikan (meremehkan) amal kebaikan dan ketaatan. _'Iddatu Ash Shôbirîn : 317_ http://ift.tt/2f12zSN