Keraton surakarta

Keraton surakarta

Ada seorang ibu ingin meminjam uang kpd anaknya yang telah mapan. . Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : "Nak bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras.". .  Anaknya tidak langsung menjawab dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma nanti Aku tanya istriku dulu" seakan berat untuk mengiyakan krna blum tentu isterinya mengiyakan... .  Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000 kemudian dia…

Ada seorang ibu ingin meminjam uang kpd anaknya yang telah mapan. . Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : "Nak bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras.". . Anaknya tidak langsung menjawab dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma nanti Aku tanya istriku dulu" seakan berat untuk mengiyakan krna blum tentu isterinya mengiyakan... . Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000 kemudian dia…

Indonesia ~  Pakoe Alam VIII (Jogjakarta, 10 april 1910 – 11 september 1998), geboren als Gusti Bendara Raden Ayu Retno Poewoso, heette als jongen Gusti Raden Mas Harya Sularso Kunto Sratno, als volwassen man Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Prabu en was van 1938 tot 1998 de zelfregerende vorst van Pakualaman, een vorstendom op centraal Java in Indonesië.

Indonesia ~ Pakoe Alam VIII (Jogjakarta, 10 april 1910 – 11 september 1998), geboren als Gusti Bendara Raden Ayu Retno Poewoso, heette als jongen Gusti Raden Mas Harya Sularso Kunto Sratno, als volwassen man Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Prabu en was van 1938 tot 1998 de zelfregerende vorst van Pakualaman, een vorstendom op centraal Java in Indonesië.

Indonesia Tanah Airkoe

Indonesia Tanah Airkoe

Adjur - Adjer

Adjur - Adjer

Postpaarbank 1939, now changed into Bank Tabungan Negara (BTN)

Postpaarbank 1939, now changed into Bank Tabungan Negara (BTN)

Makers of Keris ~ Java Indonesia ca 1910

Makers of Keris ~ Java Indonesia ca 1910

Indonesia, Makassar ~ Young Makassar woman in traditional clothes (baju bodo) in the colonial period, 1930s.

Indonesia, Makassar ~ Young Makassar woman in traditional clothes (baju bodo) in the colonial period, 1930s.

Sri Susuhunan Pakubuwana X & GKR Hemas, wearing batik parang rusak

Sri Susuhunan Pakubuwana X & GKR Hemas, wearing batik parang rusak

Pinterest
Cari