APRESIASI SASTRA

Collection by Sawali Tuhusetya

14 
Pins
 • 
358 
Followers
Sawali Tuhusetya
Alhamdulillah, akhirnya Bang Asa, dkk. tiba juga di gubuk saya. Kami segera terlibat dalam perbincangan hangat; mulai soal sastra, pertemana...

Bang Ali Syamsudin Arsi, Umbu Landu Paranggi, dan Puisi Gumam | Catatan Sawali Tuhusetya

Oleh: Sawali TuhusetyaAli Syamsudin Arsi! Sastrawan yang suka menggunakan nick-name "Asa" ini memang sudah tidak asing lagi buat saya. Meski secara geografis terpisahkan oleh laut, selat, pulau, lembah, dan ngarai yang membentang antara Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan, kami merasakan atmosfer pertemanan yang begitu dekat dan akrab. Jalinan komunikasi, via SMS, misalnya, terus intens kami lakukan. Beberapa tulisannya, baik puisi gumam, cerpen, esai, maupun genre tulisan yang lain sudah…

Pembelajaran Apresiasi Puisi dan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

Pembelajaran Apresiasi Puisi dan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

Saya publikasikan kembali sebuah esai menarik karya Bang Asa (Ali Syamsudin Arsi); salah satu penyair Indonesia asal Kalimantan Selatan yang cukup kreatif dan produktif. Tulisan ini cukup panjang karena disertakan juga beberapa puisi karya penyair asal Kalimantan Selatan yang terkumpul dalam buku kumpulan puisi Memo untuk Presiden. Movies, Movie Posters, Films, Film Poster, Cinema, Movie, Film, Movie Quotes, Movie Theater

"Memo untuk Presiden" dari Penyair Kalimantan Selatan | Catatan Sawali Tuhusetya

Pengantar: Saya publikasikan kembali sebuah esai menarik karya Bang Asa (Ali Syamsudin Arsi); salah satu penyair Indonesia asal Kalimantan Selatan yang cukup kreatif dan produktif. Tulisan ini cukup panjang karena disertakan juga beberapa puisi karya penyair asal Kalimantan Selatan yang terkumpul dalam buku kumpulan puisi Memo untuk Presiden. Namun, karena terbatasnya ruang, karya-karya puisi tersebut tidak saya publikasikan dalam postingan ini. Yang ingin membaca dan mengapresiasinya…

Kembali ke KTSP, Mengapa Jadi Repot? Sari, Fashion, Saree, Moda, Fashion Styles, Fashion Illustrations, Saris, Sari Dress

Pro-Kontra Penghentian K-13 Belum Juga Berakhir | Catatan Sawali Tuhusetya

Meskipun Mendikbud, Anies Baswedan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 179342/MPK/KR/2014 tanggal 5 Desember 2014 tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013, perdebatan belum juga berakhir. Dalam dua hari terakhir ini sikap pro dan kontra di berbagai media sosial tampil begitu masif. Ada yang setuju dan mengamini penghentian pelaksanaan K-13 di sekolah-sekolah non-piloting, tetapi yang sedih dan kecewa juga tidak sedikit jumlahnya. Konon kabarnya, banyak kepala sekolah yang selama ini sudah…

Membaca ‘Jejak Batu Sebelum Cahaya’ Karya Ali Syamsudin Arsi: Teriakan Paling Lantang Dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan Oleh : Esti Ismawati Jejak Batu Sebelum Cahaya karya Ali Syamsudin Arsy adalah buku puisi ketujuh (paling akhir) terbitan Framepublishing Yogyakarta, Oktober 2014, dari serial ‘Gumam Asa’, yang dimulai dari tahun 2009 (‘Negeri Benang pada Sekeping Papan’), dan … Baseball Cards, Sports, Hs Sports, Sport

Membaca 'Jejak Batu Sebelum Cahaya' Karya Ali Syamsudin Arsi | Catatan Sawali Tuhusetya

Membaca 'Jejak Batu Sebelum Cahaya' Karya Ali Syamsudin Arsi: Teriakan Paling Lantang Dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan Oleh : Esti Ismawati Jejak Batu Sebelum Cahaya karya Ali Syamsudin Arsy adalah buku puisi ketujuh (paling akhir) terbitan Framepublishing Yogyakarta, Oktober 2014, dari serial 'Gumam Asa', yang dimulai dari tahun 2009 ('Negeri Benang pada Sekeping Papan'), dan ('Tubuh di Hutan-Hutan'), 2010 ('Istana Daun Retak'), 2011 ('Bungkam Mata Gergaji'), 2013 ('Gumam Desau dan…

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya … Painting, Art, Art Background, Painting Art, Kunst, Paintings, Performing Arts, Painted Canvas, Drawings

Sitor Situmorang Tutup usia, Dunia Sastra Berduka | Catatan Sawali Tuhusetya

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya Chairil Anwar. Beberapa karyanya tidak…

Untuk mewujudkan proses pembelajaran apresiasi puisi yang kondusif, Maria Utami berpendapat bahwa pemilihan bahan ajar menjadi faktor yang p...

Puisi dan Pendidikan Karakter: Sebuah Pengantar | Catatan Sawali Tuhusetya

Oleh: Sawali TuhusetyaBertahun-tahun lamanya, dunia pendidikan kita terpasung di atas tungku kekuasaan rezim Orde Baru yang serba represif dan otoriter. Pendidikan tidak diarahkan untuk "memanusiakan manusia" secara utuh dan paripurna, tetapi lebih diorientasikan untuk mempertahankan kepentingan kekuasaan semata. Dengan dalih mengejar pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, nilai-nilai akhlak, budi perkerti, dan kemanusiaan terabaikan. Pendidikan karakter yang notabene bisa dioptimalkan…

berharap yang lain bicara, tak ada suara orang lain di luar sana telah bicara dengan lapisan hutan daun rindang belantara, sementara kita di... Tak Tak, Concert, Fictional Characters, Moonlight, Concerts, Fantasy Characters

Puisi-puisi Ali Syamsudin Arsi | Catatan Sawali Tuhusetya

Ali Syamsudin Arsi KALIMANTAN, BIARKAN KAMI YANG BICARA berharap yang lain bicara, tak ada suara orang lain di luar sana telah bicara dengan lapisan hutan daun rindang belantara, sementara kita di dalam raya kata raya aroma raya cuaca raya langit hijau warna masih saja, ya masih saja mencoba lepaskan gerah dan kering cahaya hiruk-pikuk di gamang-gamang lapisan subur berkubang jejak lubang, lubang-lubang sampai ke batas nganga, dan nganga itu telah pula hadirkan rupa-rupa wajah pendatang…

Sebagai sebuah tafsir, cerpen tentu saja tak hanya sekadar mengalihkan berbagai fenomena hidup dan kehidupan itu ke dalam sebuah teks semata... Teks, Plastic Cutting Board

Anomali Sosial, Aroma Mistis, dan Dunia Kaum Marginal | Catatan Sawali Tuhusetya

Catatan atas Kumpulan Cerpen II (Kembang Api Malam Ini) karya Latree Manohara Cerpen sejatinya merupakan tafsir terhadap berbagai fenomena hidup dan kehidupan yang menggelisahkan sekaligus mengusik kepekaan nurani sang pengarang. Fenomena yang menggelisahkan sekaligus mengusik itu tidak terlepas dari kemampuan intuitif sang pengarang dalam menangkap "dunia lain" dari segala sesuatu yang kasat mata. "Dunia lain" itu secara imajinatif dan kontemplatif berupaya dijelalahi dan diakrabi sampai…

Terlepas dari semua itu, yang pasti sebuah prestasi telah ditelorkan oleh Ali Syamsudin Arsi. Paling tidak, buku ini dapat menambah deretan daftar buku sastra di negeri kita tercinta ini. Namun, semuanya tergantung waktu. Bagaimana pun juga, waktu tetap akan mengadili karya sastra ini.*

Bungkam Mata Gergaji dan "Kredo" ASA | Catatan Sawali Tuhusetya

(Catatan Kecil buat Gumam ASA) Judul buku: Bungkam Mata Gergaji Penulis: Ali Syamsudin Arsi Penerbit: Frame Publishing, Yogyakarta Cetakan pertama, 2011 Tebal: 145 + xiv halaman Sebuah alternatif penulisan sastra ditawarkan Ali Syamsudin Arsy (ASA). Sang penulis menyebutnya Gumam asa. Tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul Bungkam Mata Gergaji. Istilah 'gumam asa' ditawarkan karena tulisan-tulisan yang ada di dalam buku ini tidak ingin digolongkan sebagai…

Jumat, 1 April 2011, saya didaulat oleh sahabat-sahabat penggiat Kebun Sastra Kendal untuk mendampingi Gunawan Budi Susanto (atau lebih akrab disapa Kang Putu) untuk membedah buku kumpulan cerpen Jimat Kalimasadha bertitel Bom di Ruang Keluarga yang diterbitkan oleh Keluarga Penulis Kudus (KPK), Desember 2010.

Bedah Cerpen Jimat Kalimasadha di Kebun Sastra | Catatan Sawali Tuhusetya

Jumat, 1 April 2011, saya didaulat oleh sahabat-sahabat penggiat Kebun Sastra Kendal untuk mendampingi Gunawan Budi Susanto (atau lebih akrab disapa Kang Putu) untuk membedah buku kumpulan cerpen Jimat Kalimasadha bertitel Bom di Ruang Keluarga yang diterbitkan oleh Keluarga Penulis Kudus (KPK), Desember 2010. Mengingat nama-nama yang akan berdiskusi adalah sahabat-sahabat yang tergolong dekat dengan saya, saya dengan terpaksa tidak bisa mendampingi sahabat-sahabat pengurus Agupena Pusat…

Minggu, 10 April 2011, saya didaulat untuk menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Sehari bertema “Menuju Pengajaran Sastra yang Apresiatif” yang digelar oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di Gedung B1 Ruang 106 FBS UNNES.

Menuju Pengajaran Sastra yang Apresiatif | Catatan Sawali Tuhusetya

Minggu, 10 April 2011, saya didaulat untuk menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Sehari bertema "Menuju Pengajaran Sastra yang Apresiatif" yang digelar oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di Gedung B1 Ruang 106 FBS UNNES. Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Mukh. Doyin (Dosen FBS UNNES), Teguh Wibowo (Guru SMA 2 Semarang), dan Achiar M. Permana (wartawan Warta Jateng). Seminar yang dihadiri sekitar 100-an peserta dari…

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman dua buku “Gumam” (Istana Daun Retak, April 2010 dan Bungkam Mata Gergaji, Februari 2011) d...

Dekonstruksi Bahasa dalam Teks Gumam Bang Asa | Catatan Sawali Tuhusetya

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kiriman dua buku "Gumam" (Istana Daun Retak, April 2010 dan Bungkam Mata Gergaji, Februari 2011) dari Bang Ali Syamsudin Arsi (Asa); seorang guru, sastrawan, sekaligus penggiat sastra yang tak pernah berhenti bergerak membumikan dan mengakrabkan sastra yang selama ini masih terbilang sebagai "dunia lain" di negeri ini. Syukurlah, sayang stok buku 1 dan buku 2, belum ada persediaan, santai saja, tidak usah tergesa-gesa membacanya, saya tahu Pak…

Bungkam Mata Gergaji adalah sebuah buku kumpulan gumam Ali Syamsudin Arsi,yang biasa disebut dengan panggilan Bung ASA, salah seorang sastraw... Antara, Tech Companies, Company Logo, Blog, Mata, Optimism, Blogging

Mengungkap Keunikan Gumam Asa Bungkam Mata Gergaji | Catatan Sawali Tuhusetya

Hamberan Syahbana I Bungkam Mata Gergaji adalah sebuah buku kumpulan gumam Ali Syamsudin Arsi,yang biasa disebut dengan panggilan Bung ASA, salah seorang sastrawan dari Kalimantan Selatan yang dikenal luas sebagai penulis puisi. Sedangkan di jejaring social facebook dunia maya Bung ASA ini biasa menggunakan akun Ali Arsyi. Buku ini diterbitkan oleh Framepublishing Yogyakarta. Sebuah buku berukuran 13,5 x 20 cm, tebal 148 + xiv halaman dengan nomor ISBN 978-979-16848-4-7. Desain cover oleh…