SASTRA

Membangun Peradaban yang Bermartabat
14 Pin178 Pengikut
Gerakan Literasi melalui Aktivitas Penulisan Puisi | Catatan Sawali Tuhusetya

Gerakan Literasi melalui Aktivitas Penulisan Puisi | Catatan Sawali Tuhusetya

“Kesaksian Literer” di Balik Kisah-Kisah Kemanusiaan | Catatan Sawali Tuhusetya

“Kesaksian Literer” di Balik Kisah-Kisah Kemanusiaan | Catatan Sawali Tuhusetya

Wisran Hadi pernah menulis kumpulan naskah drama berjudul Empat Orang Melayu yang berisi empat naskah drama: ”Senandung Semenanjung”, ”Dara Jingga”, ”Gading Cempaka”, dan ”Cindua Mato”. Atas karyanya itu, almarhum mendapatkan penghargaan South East Asia (SEA) Write Award 2000.

Wisran Hadi pernah menulis kumpulan naskah drama berjudul Empat Orang Melayu yang berisi empat naskah drama: ”Senandung Semenanjung”, ”Dara Jingga”, ”Gading Cempaka”, dan ”Cindua Mato”. Atas karyanya itu, almarhum mendapatkan penghargaan South East Asia (SEA) Write Award 2000.

Kuntowijoyo dilahirkan di Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943. Ia dibesarkan di Ceper, Klaten, dalam lingkungan keluarga Jawa ...

Kuntowijoyo dilahirkan di Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943. Ia dibesarkan di Ceper, Klaten, dalam lingkungan keluarga Jawa ...

Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari...

Asrul Sani seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin meninggal dunia hari...

Menurut pemahaman saya, sebuah karya sastra yang baik mustahil dapat menghindar dari dimensi kemanusiaan, komplit dengan segala thethek-mben...

Menurut pemahaman saya, sebuah karya sastra yang baik mustahil dapat menghindar dari dimensi kemanusiaan, komplit dengan segala thethek-mben...

Ada yang menarik dalam bedah Kumcer Nyanyian Penggali Kubur (NPK) karya Gunawan Budi Susanto (Kang Putu) yang digelar Kebun Sastra Kendal di ...

Ada yang menarik dalam bedah Kumcer Nyanyian Penggali Kubur (NPK) karya Gunawan Budi Susanto (Kang Putu) yang digelar Kebun Sastra Kendal di ...

Kelambanan kolektif kita, ujar Taufiq Ismail suatu ketika, akan diterjang tanpa ampun oleh kencang lajunya peradaban milenium yang akan datan...

Kelambanan kolektif kita, ujar Taufiq Ismail suatu ketika, akan diterjang tanpa ampun oleh kencang lajunya peradaban milenium yang akan datan...

Ini soal klasik. Sejak tahun 2003, sastrawan Taufiq Ismail sudah mempersoalkannya. Diawali dengan melakukan survei sederhana dengan mewawancarai tamatan SMU dari 13 negara. Meski hanya berupa snapshot dan potret sesaat, hasilnya benar-benar membuat kita tersentak.

Ini soal klasik. Sejak tahun 2003, sastrawan Taufiq Ismail sudah mempersoalkannya. Diawali dengan melakukan survei sederhana dengan mewawancarai tamatan SMU dari 13 negara. Meski hanya berupa snapshot dan potret sesaat, hasilnya benar-benar membuat kita tersentak.

Ketika belajar di ruang kelas, idealnya anak-anak negeri ini bukan hanya “bagaimana belajar sejarah”, melainkan “bagaimana belajar dari sejarah” sehingga mampu menemukan nilai-nilai kearifan hidup yang akan sangat bermakna dalam upaya membangun peradaban bangsa yang jauh lebih terhormat, bermartabat, dan berbudaya. Nah, selamat berdiskusi!

Ketika belajar di ruang kelas, idealnya anak-anak negeri ini bukan hanya “bagaimana belajar sejarah”, melainkan “bagaimana belajar dari sejarah” sehingga mampu menemukan nilai-nilai kearifan hidup yang akan sangat bermakna dalam upaya membangun peradaban bangsa yang jauh lebih terhormat, bermartabat, dan berbudaya. Nah, selamat berdiskusi!


Ide lainnya
Senja Kala di PancalaBola mata Prabu Drupada membelalak. Jidatnya berkerut. Wayang bertampang sangar dengan brengos lebat melintang di atas belahan bibir tebal itu benar-benar terusik oleh kehadiran seorang brahmana gembel dan dekil yang tiba-tiba nyelonong di tengah-tengah pertemuan. Yang bikin darahnya mendidih, brahmana kurus bermata cekung itu tanpa unggah-ungguh dan subasita langsung mak grapyuk merangkul erat-erat.radya: Catatan Sawali Tuhusetya

Senja Kala di PancalaBola mata Prabu Drupada membelalak. Jidatnya berkerut. Wayang bertampang sangar dengan brengos lebat melintang di atas belahan bibir tebal itu benar-benar terusik oleh kehadiran seorang brahmana gembel dan dekil yang tiba-tiba nyelonong di tengah-tengah pertemuan. Yang bikin darahnya mendidih, brahmana kurus bermata cekung itu tanpa unggah-ungguh dan subasita langsung mak grapyuk merangkul erat-erat.radya: Catatan Sawali Tuhusetya

Begitulah ketika guru bertemu dengan pengarang. Para guru berusaha menggali pengalaman-pengalaman kreatif dari para pengarang secara langsung sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan dan pemerkaya pengetahuan ketika harus tampil di depan peserta didiknya dalam menyajikan materi penulisan cerpen.

Begitulah ketika guru bertemu dengan pengarang. Para guru berusaha menggali pengalaman-pengalaman kreatif dari para pengarang secara langsung sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan dan pemerkaya pengetahuan ketika harus tampil di depan peserta didiknya dalam menyajikan materi penulisan cerpen.

Sudah lama negeri kita dikenal sebagai negeri yang kaya budaya. Hampir setiap daerah memiliki corak budaya yang khas sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diangkatnya.

Sudah lama negeri kita dikenal sebagai negeri yang kaya budaya. Hampir setiap daerah memiliki corak budaya yang khas sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diangkatnya.

Begitulah suasana hajatan bertajuk “Menafsir Kelelahan: Setangkup Doa atas 100 Hari Berpulangnya Kawan Tercinta: Ida Nursanti Basuni” yang digagas penyair Farhan Satria itu. Syahdu dan mengharukan.

Begitulah suasana hajatan bertajuk “Menafsir Kelelahan: Setangkup Doa atas 100 Hari Berpulangnya Kawan Tercinta: Ida Nursanti Basuni” yang digagas penyair Farhan Satria itu. Syahdu dan mengharukan.

Sebagai sebuah tafsir, cerpen tentu saja tak hanya sekadar mengalihkan berbagai fenomena hidup dan kehidupan itu ke dalam sebuah teks semata...

Sebagai sebuah tafsir, cerpen tentu saja tak hanya sekadar mengalihkan berbagai fenomena hidup dan kehidupan itu ke dalam sebuah teks semata...

Alhamdulillah, akhirnya Bang Asa, dkk. tiba juga di gubuk saya. Kami segera terlibat dalam perbincangan hangat; mulai soal sastra, pertemana...

Alhamdulillah, akhirnya Bang Asa, dkk. tiba juga di gubuk saya. Kami segera terlibat dalam perbincangan hangat; mulai soal sastra, pertemana...

Kembali ke KTSP, Mengapa Jadi Repot?

Kembali ke KTSP, Mengapa Jadi Repot?

Untuk mewujudkan proses pembelajaran apresiasi puisi yang kondusif, Maria Utami berpendapat bahwa pemilihan bahan ajar menjadi faktor yang p...

Untuk mewujudkan proses pembelajaran apresiasi puisi yang kondusif, Maria Utami berpendapat bahwa pemilihan bahan ajar menjadi faktor yang p...

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya …

Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya; Sitor Situmorang. Sastrawan kelahiran Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 2 Oktober 1923 itu dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 dalam usia 91 tahun. Semasa hidupnya, almarhum tergolong sebagai sastrawan yang cukup produktif dan kreatif. Bahkan, A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya …

Membaca ‘Jejak Batu Sebelum Cahaya’ Karya Ali Syamsudin Arsi: Teriakan Paling Lantang Dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan Oleh : Esti Ismawati Jejak Batu Sebelum Cahaya karya Ali Syamsudin Arsy adalah buku puisi ketujuh (paling akhir) terbitan Framepublishing Yogyakarta, Oktober 2014, dari serial ‘Gumam Asa’, yang dimulai dari tahun 2009 (‘Negeri Benang pada Sekeping Papan’), dan …

Membaca ‘Jejak Batu Sebelum Cahaya’ Karya Ali Syamsudin Arsi: Teriakan Paling Lantang Dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan Oleh : Esti Ismawati Jejak Batu Sebelum Cahaya karya Ali Syamsudin Arsy adalah buku puisi ketujuh (paling akhir) terbitan Framepublishing Yogyakarta, Oktober 2014, dari serial ‘Gumam Asa’, yang dimulai dari tahun 2009 (‘Negeri Benang pada Sekeping Papan’), dan …

Pinterest
Cari