Udan Liris (Ambarukmo Jogja) Udan Liris = hujan gerimis lambang kesuburan. Pola ini terdiri dari 7 motif batik yang di susun menjadi bentuk lereng.  Diartikan sebagai penghargaan agar yang mengenakan dapat selamat, sejahtera,  tabah, berprakarsa dalam menunaikan kewajiban demi kepentingan nusa dan bangsa.  Dulu merupakan pola yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya.

Udan Liris (Ambarukmo Jogja) Udan Liris = hujan gerimis lambang kesuburan. Pola ini terdiri dari 7 motif batik yang di susun menjadi bentuk lereng. Diartikan sebagai penghargaan agar yang mengenakan dapat selamat, sejahtera, tabah, berprakarsa dalam menunaikan kewajiban demi kepentingan nusa dan bangsa. Dulu merupakan pola yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya.

Parang Klithik Gapit Seling Templek (Ambarukmo Jogja) Pada motif ini parang plenik digapit dengan parang templek, sehingga menjadi komposisi yang indah. Menggambarkan harmonisasi dari perbedaan pandangan.

Parang Klithik Gapit Seling Templek (Ambarukmo Jogja) Pada motif ini parang plenik digapit dengan parang templek, sehingga menjadi komposisi yang indah. Menggambarkan harmonisasi dari perbedaan pandangan.

Semen SidoAsih (Ambarukmo  Jogja) Sido= menjadi, asih= sayang, mengasihi. Motif ini melambangkan harapan hidup bersama dalam rasa saling mengasihi dikala suka dan duka dengan lambaran takwa kepada  Tuhan YME.  Sebagaimana sido mukti, sido asih juga dikenakan oleh pengantin diupacara panggih dan ijab kabul.

Semen SidoAsih (Ambarukmo Jogja) Sido= menjadi, asih= sayang, mengasihi. Motif ini melambangkan harapan hidup bersama dalam rasa saling mengasihi dikala suka dan duka dengan lambaran takwa kepada Tuhan YME. Sebagaimana sido mukti, sido asih juga dikenakan oleh pengantin diupacara panggih dan ijab kabul.

Barong Seling Nithik (Ambarukmo Jogja) Disini nitik diselingkan dengan pola barong yang merupakan pola larangan, warna dan bentuk yang kontras menjadikan indah. Membangun keberagaman yang bersanding dan bersatu serta menjadi kekuatan dan keindahan

Barong Seling Nithik (Ambarukmo Jogja) Disini nitik diselingkan dengan pola barong yang merupakan pola larangan, warna dan bentuk yang kontras menjadikan indah. Membangun keberagaman yang bersanding dan bersatu serta menjadi kekuatan dan keindahan

Semen Wahyu Tumurun (Ambarukmo Jogja) Motif ini menggambarkan harapan turunnya wahyu (anugerah) yaitu wahyu/kejatuhan wahyu (kedunungan wahyu), dijauhkan dari segala godaan, rintangan dan halangan.

Semen Wahyu Tumurun (Ambarukmo Jogja) Motif ini menggambarkan harapan turunnya wahyu (anugerah) yaitu wahyu/kejatuhan wahyu (kedunungan wahyu), dijauhkan dari segala godaan, rintangan dan halangan.

Parang Parikesit (Ambarukmo Jogja) Pari = Padi, kesit = bersih, putih. Dalam cerita wayang Parikesit adalah putera Abimanyu (anak Arjuna) yang menjadi raja setelah perang Baratayudha.  Parang kesit adalah motif parang rusak yang mlinjon atau blumbangannya berwarna putih.

Parang Parikesit (Ambarukmo Jogja) Pari = Padi, kesit = bersih, putih. Dalam cerita wayang Parikesit adalah putera Abimanyu (anak Arjuna) yang menjadi raja setelah perang Baratayudha. Parang kesit adalah motif parang rusak yang mlinjon atau blumbangannya berwarna putih.

Semen Sido Mukti (Ambarukmo Jogja) Motif sido Mukti gaya Yogyakarta berpola semen.  Sido= menjadi,  mukti= mulia. Motif ini melambangkan harapan hidup dalam kecukupan dan bahagia lahir batin dunia akhirat. Biasanya dipakai oleh pengantin pada upacara ijab kabul dan panggih

Semen Sido Mukti (Ambarukmo Jogja) Motif sido Mukti gaya Yogyakarta berpola semen. Sido= menjadi, mukti= mulia. Motif ini melambangkan harapan hidup dalam kecukupan dan bahagia lahir batin dunia akhirat. Biasanya dipakai oleh pengantin pada upacara ijab kabul dan panggih

Kothak Nitik (Ambarukmo Jogja) Motif nitik mengisi bidang kotak pada motif parang klitik, sehingga terlihat kotak parangnya menjadi ornament hiasan dari motif nitik. Merupakan motif pengembangan

Kothak Nitik (Ambarukmo Jogja) Motif nitik mengisi bidang kotak pada motif parang klitik, sehingga terlihat kotak parangnya menjadi ornament hiasan dari motif nitik. Merupakan motif pengembangan

Parang Baladewa (Ambarukmo Jogja) Bidang parang dari motif ini diberi ornamen yang merupakan stilisasi senjata nenggala. Dalam dunia pewayangan nenggala adalah senjata Prabu Baladewa Raja Mandura kakak kandung Sri Kresna. Prabu Baladewa dikenal dengan sifatnya yang tegas,  apa adanya meski sedikit brangasan, karena kesaktian nya dengan senjata nenggala nya maka dia disiasati oleh Prabu Kesna agar tidak terlibat dalam perang bharatayuda. Barangkali pencipta motif ini pengagum dengan prabu…

Parang Baladewa (Ambarukmo Jogja) Bidang parang dari motif ini diberi ornamen yang merupakan stilisasi senjata nenggala. Dalam dunia pewayangan nenggala adalah senjata Prabu Baladewa Raja Mandura kakak kandung Sri Kresna. Prabu Baladewa dikenal dengan sifatnya yang tegas, apa adanya meski sedikit brangasan, karena kesaktian nya dengan senjata nenggala nya maka dia disiasati oleh Prabu Kesna agar tidak terlibat dalam perang bharatayuda. Barangkali pencipta motif ini pengagum dengan prabu…

Peksi Naga (Ambarukmo Jogja) Pada semen ini menggambarkan kehidupan dunia dengan menonjolkan naga dan burung.  Burung melambangkan unsur angin yang akan berkembang menjadi watak berbudi bawaleksana yaitu sifat adil dan berperikemanusiaan.  Naga lambang kesaktian.  Maka merupakan perpaduan dunia atas dan dunia bawah,  bahwa kesaktian yang dimiliki adalah untuk selalu berbuat adil dan bijaksana atau seseorang berwatak selalu adil dan bijaksana,  maka itu merupakan kesaktian.

Peksi Naga (Ambarukmo Jogja) Pada semen ini menggambarkan kehidupan dunia dengan menonjolkan naga dan burung. Burung melambangkan unsur angin yang akan berkembang menjadi watak berbudi bawaleksana yaitu sifat adil dan berperikemanusiaan. Naga lambang kesaktian. Maka merupakan perpaduan dunia atas dan dunia bawah, bahwa kesaktian yang dimiliki adalah untuk selalu berbuat adil dan bijaksana atau seseorang berwatak selalu adil dan bijaksana, maka itu merupakan kesaktian.

Godheg (Ambarukmo Jogja) Godgeg adalah rambut dimuka telinga berbentuk melengkung, biasanya menggambarkan kedewasaan seorang lelaki. Pemberian nama motif ini terinspirasi oleh hal tersebut. Seakan motif ini ingin menceritakan keperkasaan seorang laki laki dewasa.

Godheg (Ambarukmo Jogja) Godgeg adalah rambut dimuka telinga berbentuk melengkung, biasanya menggambarkan kedewasaan seorang lelaki. Pemberian nama motif ini terinspirasi oleh hal tersebut. Seakan motif ini ingin menceritakan keperkasaan seorang laki laki dewasa.

Pinterest
Search