Credo

8 Pin1 Pengikut
Mengapa iman Gereja itu hanya satu?   Gereja, walaupun terdiri dari banyak orang dari macam-macam bahasa, budaya, dan ritus, mengakui satu iman dalam kesatuan suara; iman yang diterima dari satu Allah dan diwariskan oleh satu Tradisi Apostolik. Gereja hanya mengakui satu Allah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan menunjuk pada satu jalan keselamatan.

Mengapa iman Gereja itu hanya satu? Gereja, walaupun terdiri dari banyak orang dari macam-macam bahasa, budaya, dan ritus, mengakui satu iman dalam kesatuan suara; iman yang diterima dari satu Allah dan diwariskan oleh satu Tradisi Apostolik. Gereja hanya mengakui satu Allah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan menunjuk pada satu jalan keselamatan.

Mengapa rumusan iman (: syahadat) itu penting?   Rumusan iman (: syahadat) itu penting karena dengannya orang beriman dapat mengungkapkan, menghayati, merayakan, dan saling berbagi kebenaran-kebenaran iman bersama dengan orang beriman lainnya melalui satu bahasa yang sama.

Mengapa rumusan iman (: syahadat) itu penting? Rumusan iman (: syahadat) itu penting karena dengannya orang beriman dapat mengungkapkan, menghayati, merayakan, dan saling berbagi kebenaran-kebenaran iman bersama dengan orang beriman lainnya melalui satu bahasa yang sama.

Mengapa iman itu tindakan pribadi dan sekaligus gerejawi?   Iman adalah tindakan pribadi sejauh menjadi jawaban bebas pribadi manusiawi kepada Allah yang mewahyukan Diri-Nya. Tetapi, sekaligus merupakan tindakan gerejawi yang mengungkapkan dirinya dalam pengakuan ”Kami percaya”.

Mengapa iman itu tindakan pribadi dan sekaligus gerejawi? Iman adalah tindakan pribadi sejauh menjadi jawaban bebas pribadi manusiawi kepada Allah yang mewahyukan Diri-Nya. Tetapi, sekaligus merupakan tindakan gerejawi yang mengungkapkan dirinya dalam pengakuan ”Kami percaya”.

Mengapa tidak ada kontradiksi antara iman dan ilmu/sains?   Walaupun iman itu mengatasi akal budi, tidak pernah ada kontradiksi antara iman dan ilmu karena kedua-duanya berasal dari Allah. Allah sendirilah yang memberikan, baik terang akal budi maupun terang iman kepada kita.  ”Aku percaya untuk mengerti, dan aku mengerti untuk semakin lebih percaya” (Santo Agustinus).

Mengapa tidak ada kontradiksi antara iman dan ilmu/sains? Walaupun iman itu mengatasi akal budi, tidak pernah ada kontradiksi antara iman dan ilmu karena kedua-duanya berasal dari Allah. Allah sendirilah yang memberikan, baik terang akal budi maupun terang iman kepada kita. ”Aku percaya untuk mengerti, dan aku mengerti untuk semakin lebih percaya” (Santo Agustinus).

Apa ciri-ciri iman?   Iman adalah keutamaan adikodrati yang mutlak perlu bagi keselamatan. Iman adalah anugerah cuma-cuma dari Allah dan tersedia bagi semua orang yang dengan rendah hati mencarinya. Tindakan iman adalah tindakan manusiawi, yaitu tindakan dari intelek manusia – terdorong oleh kehendak yang digerakkan oleh Allah – yang dengan bebas mengamini kebenaran ilahi. Iman juga pasti karena mempunyai dasar pada Sabda Allah.

Apa ciri-ciri iman? Iman adalah keutamaan adikodrati yang mutlak perlu bagi keselamatan. Iman adalah anugerah cuma-cuma dari Allah dan tersedia bagi semua orang yang dengan rendah hati mencarinya. Tindakan iman adalah tindakan manusiawi, yaitu tindakan dari intelek manusia – terdorong oleh kehendak yang digerakkan oleh Allah – yang dengan bebas mengamini kebenaran ilahi. Iman juga pasti karena mempunyai dasar pada Sabda Allah.

Apa artinya percaya kepada Allah bagi seseorang dalam praktek hidupnya?   Artinya, setia kepada Allah, mempercayakan hidup kepada-Nya, dan mengamini semua kebenaran yang diwahyukan Allah karena Allah adalah Kebenaran. Ini berarti percaya kepada satu Allah dalam tiga Pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Apa artinya percaya kepada Allah bagi seseorang dalam praktek hidupnya? Artinya, setia kepada Allah, mempercayakan hidup kepada-Nya, dan mengamini semua kebenaran yang diwahyukan Allah karena Allah adalah Kebenaran. Ini berarti percaya kepada satu Allah dalam tiga Pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Siapa saksi-saksi utama ketaatan iman dalam Kitab Suci?   Ada banyak saksi-saksi macam itu, secara khusus kita melihat dua. Yang pertama, Abraham, ketika mengalami ujian, dia tetap ”percaya kepada Allah” (Rom 4:3) dan selalu taat kepada panggilan-Nya. Karena itulah Abraham disebut ”Bapa kaum beriman” (Rom 4:11.18). Contoh yang kedua, Santa Perawan Maria yang seluruh hidupnya menjadi kesaksian sempurna ketaatan iman.

Siapa saksi-saksi utama ketaatan iman dalam Kitab Suci? Ada banyak saksi-saksi macam itu, secara khusus kita melihat dua. Yang pertama, Abraham, ketika mengalami ujian, dia tetap ”percaya kepada Allah” (Rom 4:3) dan selalu taat kepada panggilan-Nya. Karena itulah Abraham disebut ”Bapa kaum beriman” (Rom 4:11.18). Contoh yang kedua, Santa Perawan Maria yang seluruh hidupnya menjadi kesaksian sempurna ketaatan iman.

Bagaimana manusia menjawab Allah yang mewahyukan Diri-Nya?   Dengan bantuan rahmat ilahi, kita menjawab Allah dengan ketaatan iman, yang berarti penyerahan diri kita kepada Allah secara penuh dan menerima kebenaranNya sebagaimana dijamin oleh Dia, sang Kebenaran sejati.

Bagaimana manusia menjawab Allah yang mewahyukan Diri-Nya? Dengan bantuan rahmat ilahi, kita menjawab Allah dengan ketaatan iman, yang berarti penyerahan diri kita kepada Allah secara penuh dan menerima kebenaranNya sebagaimana dijamin oleh Dia, sang Kebenaran sejati.

Pinterest
Cari