When autocomplete results are available use up and down arrows to review and enter to select. Touch device users, explore by touch or with swipe gestures.
Kamu tidak sendirian

Support Group untuk Kesehatan Mental

July 6, 2021
SupportCircle.ID merupakan suatu layanan yang lahir dari pengalaman pribadi sang founder, Dyasanti Saputri. Ketika pernah mengalami depresi, ia merasa tidak menemukan tempat yang tepat untuk bercerita. Setelah melewati itu semua, kini ia mendirikan Support Circle Indonesia untuk memberi tempat yang aman kepada siapa saja yang memiliki masalah kesehatan mental. Apa saja yang dilakukan oleh Dyasanti Saputri dan teman-temannya? Simak wawancaranya dengan tim Pinterest.

Hi, bagaimana awalnya Support Circle terbentuk?

At its core, Support Circle was a way for me to make sense of my own situation. Aku sebelumnya sempat didiagnosis dengan major depression sampai saat itu aku memutuskan untuk mundur dari pekerjaan aku dan sempat nganggur 4 bulan sebelum mulai kerja lagi. Saat aku menjalani itu semua, yang aku sadari adalah ternyata yang aku butuhkan adalah teman atau pendengar yang betul-betul mengerti perasaan aku; karena bahkan orang-orang terdekat aku pun masih bingung setiap aku cerita, walaupun mereka sangat berusaha untuk mengerti ya. Percakapannya jadi agak sulit karena in a way aku juga harus sambil mengajarkan mereka tentang kesehatan mental dari nol lagi. Jadi aku pikir memberi orang lain safe space yang waktu itu aku cari, berupa support group, bisa menjadi salah satu cara untuk aku give back ke yang membutuhkan.

Mengapa orang-orang yang bergabung lebih memilih untuk berbicara dengan kelompok orang baru ketimbang teman yang sudah dikenal?

Alasan yang paling sering kita lihat di antara peserta yang mendaftar ke support group kita adalah, karena mereka tidak memiliki siapapun dalam hidup mereka yang pernah mengalami hal serupa. Jadi ketika mereka ingin berbagi pengalaman dengan orang-orang terdekat mereka sekalipun, mereka tidak mendapatkan respons atau tipe bantuan yang mereka cari. Maka dari itu, support group bisa menjadi salah satu alternatif dimana mereka memang dipertemukan oleh orang-orang dengan pengalaman serupa, and hopefully they will feel less alone.

Apa masalah yang paling sering muncul selama ini?

Di awal pandemi, banyak penderita masalah kesehatan mental yang cukup merasa disorientasi, karena mungkin mereka punya beberapa rutinitas untuk menenangkan diri dan pikiran yang harus berubah karena tidak bisa keluar sesering dulu, ketemu teman-teman seperti dulu, ditambah dengan kekhawatiran yang datang karena pandeminya sendiri. Jadi kalau bisa dibilang, mungkin masalah yang sedang sering muncul— selain pastinya banyak yang merasa burnout karena WFH—adalah kesulitan untuk mempertahankan coping mechanisms tertentu, yang akhirnya dapat berujung ke relapse.

Bagaimana orang bisa menilai dirinya bahwa mereka sudah membutuhkan bantuan profesional?

Menurut aku pribadi, kalau kalau kamu sudah merasa pikiran-pikiran jahat kamu mulai mengganggu kehidupan dan produktivitas sehari-hari, itu bisa jadi tanda bahwa mungkin ada baiknya kamu mencari bantuan profesional. Tapi, yang aku selalu coba bilang ke temen-temen, sih, you don't have to be not okay to seek help. Sometimes just talking to an unbiased ear is just nice and helpful. Para psikolog dan psikiater ini memang terlatih untuk mendengarkan, loh, jadi ya tidak apa-apa kalau alasan kalian ingin pergi ya karena ingin “ngoceh” dan didengarkan.

Di luar dari dukungan kelompok, apa yang bisa masing-masing individu lakukan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mentalnya?

Dari pengalaman pribadi aku sebagai penyintas major depression dan juga sebagai pendengar cerita-cerita peserta Support Circle, kebiasaan yang return nya paling impactful menurut aku adalah knowing how to set boundaries. Notice how I said ‘knowing’ and not just ‘setting’, karena kenyataannya saat kita ada di posisi terpuruk, susah sekali untuk punya kesadaran diri di level itu, makanya mencari bantuan profesional menjadi sangat penting, karena kita harus dibantu untuk bisa menyadari hal-hal yang mungkin memang melanggar boundaries kita dan alhasil membuat kita stres, atau menjadi trigger depresi atau ansietas. Ketika kita sudah bisa menghormati boundaries kita sendiri, kita jadi bisa menentukan ekspektasi sama orang lain.

Apa pesan terbaik yang bisa disampaikan untuk orang-orang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental dari orang terdekatnya?

Seringkali hal terbaik yang bisa kita dilakukan adalah menjadi active listener ketika mereka sedang bercerita, tanpa memaksakan diri untuk memberi pesan atau nasihat yang terlalu pelik.