When autocomplete results are available use up and down arrows to review and enter to select. Touch device users, explore by touch or with swipe gestures.
Bukan tentang kesempurnaan

Tips Kesehatan Mental ala Andra Alodita

May 24, 2021
Andra Alodita berbagi tentang perjalanan hidupnya menuju mindful living untuk menjaga kesehatan mental. Menurutnya, hidup bukan untuk mencari kesempurnaan tapi menikmati dan belajar dari perjalanannya. Berikut wawancara tim Pinterest Indonesia dengan Alodita yang bisa menjadi inspirasimu untuk selalu menyayangi diri sendiri dan selalu peduli pada kesehatan mentalmu.

Hi Andra Alodita, bisa ceritakan sedikit perjalanan kamu sampai menemukan mindful living & menjalaninya?

Hi Pinterest Indonesia, aku langsung jawab ya. Awalnya sejak remaja, aku sering mengalami gejala psikosomatis yang disebabkan karena kecemasan dan kemarahan yang dipendam (tapi dulu orang tua dan diri sendiri bilang bahwa aku lemah, sering sakit-sakitan). Sekitar tahun 2018-2019, aku mulai mencari ‘jawaban’ tentang diri aku dan mengapa aku hidup di dunia ini. Hingga hari ini, aku banyak belajar melalui trial and error dalam menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Masih jauh sekali dari kata ‘sempurna’ maupun ‘ideal’, karena sebenarnya bukan sempurna dan ideal yang aku cari dalam menjalani hidup dengan kesadaran, tapi bagaimana bisa menikmati dan belajar dari ‘journey’ atau perjalanannya.

Seperti apa mindful living menurut Andra di kehidupan sehari-hari?

Salah satu contohnya, saat bangun pagi aku selalu hening sejenak. Tarik nafas, buang nafas, hening sambil mengingat mimpi yang aku alami saat tidur. Lalu membuka gorden sambil mengucap afirmasi dan mantra, lalu baru menyalakan smartphone sekitar jam 8.30-9.00 pagi. Saat makan pagi/siang/malam, aku juga berusaha fokus untuk tidak multitasking. Menikmati dan fokus dengan makanannya, tidak terburu-buru dan tidak sambil nonton/main smartphone.

Apa bagian terberat dari memulai perjalanan mindful living?

Kalau belum memulai, semua terlihat berat ya hehehe. Tapi jika dilakukan pelan-pelan, bangun rutinitasnya, lama-lama terbiasa kok. Semua yang dilatih pasti nantinya akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk diri kita.

Apa hal pertama yang bisa dilakukan ketika kita merasa orang terdekat kita sedang mengalami stress atau anxiety?

Tergantung, ada yang panic attack, ada juga yang tantrum, ada juga yang langsung menangis. Sebisa mungkin (saya juga masih berlatih) untuk tidak reaktif, tidak memberi penilaian, hadir untuk menemani saja. Saat mereka sudah mulai bercerita, aku coba untuk memvalidasi perasaannya.

Apa saran yang bisa diberikan kepada orang yang berada dalam lingkungan yang memicu stress & susah keluar dari lingkungan tersebut? (Misalnya keluarga)

“Focus on what you can control.” Faktor eksternal seperti lingkungan, berita di media sosial, keluarga, tidak bisa kita kontrol. Itu di luar dari diri kita. Yang bisa kita kontrol adalah cara kita bersikap, bereaksi, pola pikir (mindset) dan batasan (boundaries). Kita tak dapat mengubah pola pikir orang lain, tapi kita bisa mengubah cara kita berpikir ttg orang tersebut. Itu yang selalu aku coba ingat dan praktekkan :)